BENGKULU- Akhir-akhir ini indonesia mengalami derita yang amat luar biasa miris kabut asap dimana- mana. Pembakaaran hutan liar pun makin menjadi jadi. Kemarau panjang yang melanda kota Bengkulu 4 bulan trakhir serta hujan yang datang hanya sebentar ditambah lagi kabut asap akibat dari pembakaran hutan sembarangan sudah banyak bahkan sudah ada larangan untuk tidak membakar hutan. Untungnya Bengkulu hanya sebagian kecil saja yang terkena kabut asap.
Kemarau
inipun menyebabkan jalan simpang SLB dan arah jalan hibrida menjadi berdebu .tidak
hanya siang hari tapi debu ini juga banyak dimalam hari karena pengguna jalan
pada malam hari adalah truk truk besar pembawa pasir dan tanah, tidak menutup
kemungkinan debu tersebut juga baeraal dari truk truk itu. Debu yang sangat
banyak ini beterbangan dimana mana sehingga pengguna jalan harus berhati hati. akibat
dari debu yang beterbangan ini pengguna roda 2 di harapkan memakai masker dan
menutup kaca helm jika melewati daerah hibrida .
Ditambah
lagi jalanan ini sedang diperbaiki dan belum ada penyelesaiaan nya . banyak koral-koral
kecil yang membuat debu makin banyak. Susah sekali menghindari debu di jalanann
ini, jalanan ini merupakan akses menuju IAIN Bengkuulu sehingga pengguna jalan
pun banyak mahasiswa . selain keluhan mahasiswa IAIN masyarakat yang tinggal
daerah sana pun banyak yang mengeluh.
“
solusinya ya kami inisiatif sendiri nyiram debu dengan air didepan rumah
“ ungkap ibu via salah satu masyarakat yang tinggal di Jalan raya Hibrida saat
ditemui kamis (22/10) . masyarakat mengharapakan semoga jalanan ini cepat
diperbaiki agar jalanan bebas dari debu dan agar dapat kembali normal sperti
biasa. Akibat dari debu ini sudah banyak warga yang mengalami batuk batuk dan
sesak napas. (ADS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar